• Sabtu, 4 Desember 2021

Mantan Kapolda Metro Jaya Lapor Kasus Suap Eks Pemain Perserang ke Polda Metro

- Sabtu, 6 November 2021 | 20:52 WIB
Mochamad Iriawan
Mochamad Iriawan

SPORTYLIFE, Jakarta - Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan pihaknya melaporkan kasus dugaan suap, yang melibatkan eks pemain klub Liga 2 Perserang, ke Polda Metro Jaya.

"Kami sudah mengirimkan surat ke Kapolda Metro Jaya karena hanya pihak polisi yang bisa menelusuri persoalan suap ini," ujarnya di Kantor PSSI, Jakarta, Sabtu.

Menurut Mochamad Iriawan, pria yang biasa disapa Iwan Bule itu, PSSI memiliki batas untuk melakukan pendalaman terhadap kasus suap tersebut.

Salah satu aspek yang tak dapat dijangkau PSSI adalah PSSI tak bisa memanggil dan memeriksa orang-orang di luar sepak bola.

Baca Juga: Indonesia vs China Taipei, Egy Maulana Vikry Bicara Soal Gol Pertamanya di Timnas PSSI

Selain itu, PSSI tak memiliki teknologi untuk menelusuri nomor rahasia (private number) yang dipakai terduga pelaku untuk menghubungi pemain terkait.

"Kami tak memiliki kemampuan sampai ke sana. PSSI sudah melakukan tindakan dari sisi sepak bola. Selanjutnya penanganan kami serahkan ke polisi," kata Iriawan yang pernah jadi Kapolda Metro Jaya itu.

Iriawan pun berharap pihak Polda Metro Jaya dapat segera menuntaskan kasus dugaan suap tersebut.

Baca Juga: Luar Biasa, Begini Reaksi Mochamad Iriawan Usai Indonesia vs China Taipei

Iriawan, purnawirawan polisi berpangkat akhir Komisaris Jenderal itu mengatakan, PSSI bertekad membersihkan sepak bola Indonesia dari praktik-praktik kotor.

"PSSI tidak akan menoleransi perbuatan seperti itu," tutur Iriawan.

PSSI melalui Komite Disiplin (Komdis) memutuskan lima eks pemain Peserang terlibat dalam percobaan suap pertandingan Liga 2 Indonesia 2021-2022 dan menghukum mereka dengan larangan beraktivitas selama dua sampai lima tahun serta denda puluhan juta rupiah.

Sebanyak lima mantan pemain Perserang yang itu adalah Eka Dwi Susanto, Fandy Eky, Ivan Julyandhy, Ade Ivan Hafilah dan Aray Suhendri.

Selain itu, ada satu lagi sosok yang dihukum karena terbukti mencoba melakukan suap yaitu pesepak bola klub Liga 3, Persic Cilegon, Muhammad Diksi Hendika.***

Editor: Amanda Puti Lenggogeni

Artikel Terkait

Terkini

X